Kerajinan Poci Tembaga

Kerajinan Poci Tembaga

PicsArt_03-23-08.37.18

Kerajinan Poci Tembaga

Poci atau teko adalah suatu wadah yang digunakan untuk menjerang daun teh atau campuran herbal dengan air yang hampir mendidih. Teh dapat ditempatkan dalam kantung teh celup atau dibiarkan tersebar. Jika dibiarkan tersebar, diperlukan saringan teh untuk menangkap daun-daun teh di dalam poci sewaktu akan menuang. Poci biasanya memiliki tutup di bagian atasnya untuk tempat memasukkan teh dan air, gagang untung memegangnya, serta cerat untuk menyajikan teh tersebut. Beberapa jenis poci memiliki penyaring terpasang pada bagian ujung sebelah dalam dari cerat tersebut. Kadang dibuat suatu lubang kecil di tutup poci sebagai tempat pembuangan kelebihan udara di dalam poci untuk mencegah percikan sewaktu teh dituangkan.

Ternyata, di daerah tertentu seperti Boyolali, poci lebih dari sekadar sarana minum dan hiasan yang terbuat dari bahan tembaga maupun kuningan. Di Boyolali tepatnya di dusun Tumang desa Cepogo, sejak lama Kerajinan Tembaga dan Kuningan menjadi lambang Kota Boyolali. Dengan satu poci dan beberapa cangkir, dilengkapi jajanan lokal seperti kacang rebus dan gorengan, sekelompok warga berdiskusi secara santai.

Meski poci ada di mana-mana, Kerajinan poci sangat identik dengan Boyolali. Kata “kota susu” pada buku kumpulan kerajinan tembaga dan kuningan adalah merujuk ke Kerajinan tembaga dan kuningan. Tugu sapi yang terletak di samping Masjid Ageng menjadi ciri khas Kota Boyolali, mungkin serupa dengan tugu monas bagi Jakarta. Situs sebagai ruang pamer Alyy art gallery milik Pemerintah Kabupaten Boyolali bernama www.alyyartgallery.com.

Tinggalkan Balasan